Senin, 11 Juni 2012

Pecinta Alam Dan Pecinta Rokok





Pecinta alam julukan khas bagi yang bergelut di alam terbuka, mulai dari penyusur gelapnya gua, menapak terjal dan tingginya gunung, melawan derasnya arus sungai, dan bergelut dengan tingginya tebing. Dan apakah Anda pecinta alam dan juga pecinta rokok? Saat mendaki gunung apakah ada waktu tersisa untuk merokok? Tentu jawaban beragam, tetapi sebagian besar pasti ada waktu untuk merokok, karena terlalu cintanya pada rokok.
 Kemudian, dimana Anda membuang puntung rokok Anda saat berada di tengah alam bebas? Semoga kita semua ( bagi yang mencintai rokok ) bisa jujur.

1. Anda taruh di saku atau kantung tersendiri?

2. Dibuang di dekat Anda merokok?
3. Dilempar atau di sentil jauh dari tempat Anda merokok?
4. Asal buang begitu saja.

Atau mungkin ada yang sengaja membawa
asbak untuk digunakan sebagai tempat membuang sisa rokok beserta abunya? Istimewa sekali! Tetapi alangkah baiknya apabila Anda pecinta rokok, dari rumah kita persiapkan tempat khusus untuk membuang puntung rokok sebelum berangkat mendaki gunung. Seperti misalnya, kaleng bekas minuman Softdrink kecil atau memang membuat khusus tempat aman untuk membuang puntung rokok. Asal jangan berlebihan dengan membawa panci ibu di rumah untuk dijadikan penampungan puntung rokok!

Tentu akan sangat berarti jika Anda membawa penyimpan puntung rokok saat
naik gunung. Karena membuang sampah dan termasuk puntung rokok pada tempatnya adalah salah satu cara mencintai lingkungan dan itu termasuk kegiatan kecil dalam bentuk konservasi alam.
Sampah besar dan sampah kecil banyak bertebaran di gunung - gunung di Indonesia. Dan kapan lagi kita bisa peduli? kalau bukan kita dan Anda para pendakinya siapa lagi yang bisa bertenggang rasa dengan alam?

So, marilah kita hindari kebakaran hutan di Indonesia dengan berlaku baik dengan alam. Apabila Anda Pecinta Alam Dan Pecinta Rokok, tidak ada salahnya menerapkan dua hal tersebut di alam terbuka. Matikan rokok dan buanglah ditempat semestinya. bawalah turun sampah apapun yang kita tinggalkan di gunung. Itulah perilaku pendaki konservatif dan Tanamkan Spirit Pendaki Konservatif



sumber:
Kaizar MahameruBelantara Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar