Senin, 11 Juni 2012

Mengapa Harus Ke Gunung?


Mengapa Harus Ke Gunung?
Mengapa harus ke gunung? Pertanyaan umum yang dilontarkan awam bagi para pecinta alam yang terlihat dari simbol di jaketnya. Yang perlu di ketahui, bahwa pada dasarnya, manusia itu takut akan bencana dan kerusakan - kerusakan yang ditimbulkan oleh alam dan gunung, namun tanpa disadari, kerusakan itu timbul atas peran manusia itu sendiri. Alam bisa mengontrol dirinya sendiri, sedangkan manusia perambahnya, tidak.


Sosok pecinta alam sebagaimana yang kita ketahui adalah sosok yang diharapkan bisa menjadi pelopor dalam menjaga serta melestarikan alam beserta kehidupan didalamya mencakup bagaimana dalam berpola serta berperilaku dalam kehidupan sehari - hari namun ironisnya, sebagaimana yang kita lihat dalam realitas yang sementara berkembang justru sosok pecinta alam tidak ( ataukah belum ) berada dalam kondisi yang kita harapkan bersama ( fakta ).

Tidak ada yang salah dengan pecinta alam , sosok yang berada dalam pecinta alam tersebut yang tanpa dia sadari yang bertingkah seolah peduli namun kenyataannya tidak ambil pusing sama sekali akan keadaan tersebut. Alih - alih peduli akan Alam, peduli akan dirinya sendiri pun kita mungkin sepakat untuk mengatakan tidak! Apakah betul bisa kita katakan peduli apabila masih ada yang juga sosok pecinta alam yang masih mengkonsumsi minuman keras dan obat - obatan terlarang? Apakah ini yang kita namakan cinta? tak ada dasar sama sekali akan hubungan yang simetris tentang menjaga kelestarian lingkungan beserta kehidupan didalamnya dengan masih mengkonsumsi barang - barang haram tersebut.

Belum lagi pengetahuan yang mendasar terkadang hanya dijadikan sebagai materi yang merupakan program kerja tanpa disadari akan pentingnya untuk dimiliki bagi setiap sosok tersebut. Bagaimana bisa untuk berbuat kalau kita tak tahu dan sama sekali tak paham? Maka yang ada di dalam kepala sosok tersebut hanyalah bagaimana untuk bisa survive ataukah keterampilan - keterampilan lainnya tanpa pernah mau untuk menyadari untuk apa dia harus pahami pengetahuan akan keterampilan tersebut. Apakah sosok pecinta alam tidak lagi harus belajar untuk mengetahui hal - hal yang lain selain daripada sekedar materi - materi keterampilan kepecintaalaman?


Sosok pecinta alam seolah - olah menjadi momok yang menakutkan dalam setiap sisi kehidupannya. Arogansi, solidaritas buta, dsb bisa kita ketemukan didalam sosok tersebut. Bagaimana tidak? Untuk bisa menjadi sosok pecinta alam harus melalui proses “diklat ( atau apapun namanya )” yang notabene kekerasan bahkan ”MENCABUT HAK ASASI MANUSIA” bisa kita temui di dalamnya. Berarti setiap sosok pecinta alam bisa berpeluang untuk menjadi penjahat Hak asasi manusia? Sangat kontradiksi dengan kata CINTA yang ada didalam nama PECINTA ALAM tersebut.

Tak ada yang salah dengan PECINTA ALAM, yang ( mungkin ) salah adalah sosok - sosok yang dengan bangganya kebetulan berada didalamnya yang dengan kebanggaannya tak mau lagi 


mengerti apalagi sadar untuk apa dia berada didalam organisasi yang sebenarnya suci tersebut, yang ( mungkin ) salah adalah sosok - sosok yang dengan bangganya kebetulan berada didalamnya yang dengan kebanggaannya tak mau lagi untuk mendengar saran serta kritikan - kritikan dari luar seolah hanya sosok pecinta alam saja manusia yang hidup. Manusia adalah Khalifah yang diturunkan untuk menjaga dan melestarikan Alam beserta seluruh kehidupan didalamnya, dan sosok pecinta alam bukanlah satu - satunya manusia di muka bumi ini. Seluruh warga bumi berhak untuk menjaga dan melestarikan Alam beserta seluruh kehidupan didalamnya.

Percuma naik gunung jikalau menaklukkan diri sendiri saja sulit untuk dilakukan. Seharusnya segala sisi - sisi kelam manusia bisa dikeluarkan bersamaan dengan bercucurannya keringat yang menetes dalam perjalanan menuju ke puncak gunung. Puncak gunung yang sebenarnya justru berada dalam diri manusia itu sendiri.

Rasa - rasanya memang betul perlu ditinjau kembali mengapa setiap sosok pecinta alam harus ke puncak gunung padahal alam bukan hanya gunung saja…pecinta alam bukan pecinta gunung. Seharusnya setiap sosok pecinta alam mulai sekarang harus bisa untuk membuka mata dan hati untuk bisa melihat bahwasanya untuk menjaga serta melestarikan alam beserta kehidupan didalamnya harus berarti pula untuk bisa menjadi khalifah yang baik. Maksudnya, semoga bisa menjadi teladan yang baik dalam kehidupan sehari - hari. Mulai untuk membuka mata bahwasanya dengan memperhatikan manusia lain beserta kondisi disekelilingnya hal itu berarti langkah awal untuk menuju ke puncak gunung yang sebenarnya. Bukan puncak gunung yang biasa kita daki bersama.

Jikalau tak berbenah dan segera mengevaluasi diri, bukan tidak mungkin pecinta alam bisa kehilangan kesuciannya didalam perjuangan yang sebenarnya mulia ini. Bagaimana di satu sisi bisa memanusiakan manusia dalam sebuah konteks kaderisasi dan sementara disisi lain berperan aktif didalam tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Salam untuk sebuah perubahan yang kecil menuju sebuah perubahan yang lebih besar. Mulia ataukah hinanya sebuah organisasi berawal dari kesadaran - kesadaran penghuninya yang membawa nama baik organisasinya.

Karena sebenarnya kesalahan - kesalahan sosok bisa diindikasikan sebagai suatu kesalahan - kesalahan organisasi yang menaungi sosok tersebut. Berpijak dari hal yang kecil untuk kemudian dihadapkan dengan realita - realita dan membentuk sebuah kesadaran kritis dalam berpola serta berperilaku dalam kehidupan sehari - hari. Semoga ide - ide yang tulus akan selalu selaras dengan realita - realita yang baik.

sumber: 
Belantara Indonesia

Hakikat Pencinta Alam



Apakah sebenarnya pencinta alam itu ? apakah didalamnya termasuk individu / kelompok yang mempunyai minat khusus (cinta) kepada alam, baik secara keseluruhan maupun unsur-unsurnya saja ? apakah seorang pawang binatang, ahli lingkungan, pendaki gunung, sarjana dari disiplin agrokompleks, dan sejenisnya dapat disebut pencinta alam ?.
Pencinta alam merupakan istilah yang digunakan bagi individu maupun kelompok yang melaksanakan kegiatannya di alam. Walaupun tidak selalu, tetapi secara umum kegiatan kepencitaalaman lebih ditekankan di alam bebas dalam bentuk petualangan.
Kepencitaalaman, sebagian atau keseluruhan, mencakup tiga aspek yang harus diperhatikan pelakunya
Ketiga aspek tersebut adalah :
KESELAMATAN
· Subyektif (sulit dikontrol – pencinta alam pemula)
· Obyektif (dapat dikontrol – pencinta alam lanjut)

KETERAMPILAN
· Teknis (aturan operasional)
· Kesegaran jasmani (ketahanan fisik dan adaptasi)
· Keterampilan umum (kepimpinan, psikologi, rasa percaya diri)

K E P U A S A N
Yang diperoleh karena keberhasilan yang didasarkan pada keterampilan mengatasi tantangan (ketakutan, ketidakpastian, psikologi massa, dll). Secara filsafati, kegiatan kepencintaalaman berfungsi sebagai sarana pengembangan :
· Kepribadian (fisik, mental, emosi)
· Sosialisasi (integrasi, setia kawan)
· Kesadaran lingkungan (menumbuhkan kepekaan dan rasa cinta, kekuatan transsendent)
 
Pengalaman menunjukkan bahwa seorang pencinta alam yang baik, terdidik mempunyai sifat yang dapat dibangggakan, yaitu : mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap teman, lingkungan, dan lembaga; mempunyai kemandirian yang tinggi dan percaya diri, tidak sombong dan respon terhadap perubahan serta cinta terhadap lingkungannya. Banyak hal positif yang dapat diperoleh dari kepencintaalaman.

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia

Kode etik pecinta alam Indonesia dicetuskan dalam kegiatan Gladian Nasional Pecinta Alam IV yang dilaksanakan di Pulau Kahyangan dan Tana Toraja pada bulan Januari 1974. Gladian yang diselenggarakan oleh Badan Kerja sama Club Antarmaja pencinta Alam se-Ujung Pandang ini diikuti oleh 44 perhimpunan pecinta alam se Indonesia.
Kode etik pecinta alam Indonesia ini, sampai saat ini masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di seluruh Indonesia.

Bunyi dari kode etik pecinta alam Indonesia adalah sebagai berikut:

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat
Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan
tanah air
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagian
dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Mahakuasa
Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran
menyatakan :
  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam
    sesuai dengan kebutuhannya
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat
    sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam
    sesuai dengan azas pecinta alam
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan
    pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air
  7. Selesai
Disyahkan bersama dalam
Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974

Pecinta Alam Dan Pecinta Rokok





Pecinta alam julukan khas bagi yang bergelut di alam terbuka, mulai dari penyusur gelapnya gua, menapak terjal dan tingginya gunung, melawan derasnya arus sungai, dan bergelut dengan tingginya tebing. Dan apakah Anda pecinta alam dan juga pecinta rokok? Saat mendaki gunung apakah ada waktu tersisa untuk merokok? Tentu jawaban beragam, tetapi sebagian besar pasti ada waktu untuk merokok, karena terlalu cintanya pada rokok.
 Kemudian, dimana Anda membuang puntung rokok Anda saat berada di tengah alam bebas? Semoga kita semua ( bagi yang mencintai rokok ) bisa jujur.

1. Anda taruh di saku atau kantung tersendiri?

2. Dibuang di dekat Anda merokok?
3. Dilempar atau di sentil jauh dari tempat Anda merokok?
4. Asal buang begitu saja.

Atau mungkin ada yang sengaja membawa
asbak untuk digunakan sebagai tempat membuang sisa rokok beserta abunya? Istimewa sekali! Tetapi alangkah baiknya apabila Anda pecinta rokok, dari rumah kita persiapkan tempat khusus untuk membuang puntung rokok sebelum berangkat mendaki gunung. Seperti misalnya, kaleng bekas minuman Softdrink kecil atau memang membuat khusus tempat aman untuk membuang puntung rokok. Asal jangan berlebihan dengan membawa panci ibu di rumah untuk dijadikan penampungan puntung rokok!

Tentu akan sangat berarti jika Anda membawa penyimpan puntung rokok saat
naik gunung. Karena membuang sampah dan termasuk puntung rokok pada tempatnya adalah salah satu cara mencintai lingkungan dan itu termasuk kegiatan kecil dalam bentuk konservasi alam.
Sampah besar dan sampah kecil banyak bertebaran di gunung - gunung di Indonesia. Dan kapan lagi kita bisa peduli? kalau bukan kita dan Anda para pendakinya siapa lagi yang bisa bertenggang rasa dengan alam?

So, marilah kita hindari kebakaran hutan di Indonesia dengan berlaku baik dengan alam. Apabila Anda Pecinta Alam Dan Pecinta Rokok, tidak ada salahnya menerapkan dua hal tersebut di alam terbuka. Matikan rokok dan buanglah ditempat semestinya. bawalah turun sampah apapun yang kita tinggalkan di gunung. Itulah perilaku pendaki konservatif dan Tanamkan Spirit Pendaki Konservatif



sumber:
Kaizar MahameruBelantara Indonesia

Minggu, 10 Juni 2012

IWAN FALS BONGKAR

IWAN FALS "BONGKAR"
 
lirick song for my Earth

Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang diperkuda jabatan

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Sabar sabar sabar dan tunggu
Itu jawaban yang kami terima
Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yang berdiri mengangkang

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Penindasan serta kesewenang wenangan
Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan

Dijalanan kami sandarkan cita cita
Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta

Oh oh

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
(olehnya mari kita cinta,,,sebelum)


Rabu, 06 Juni 2012

THE HONAR “SESALKU”

THE HONAR  “SESALKU” lirik


Oh dinda dengarlah lagu…
Yang tercipta untukmu,,yang tercipta untukmu..
Kini akupun menyadari semua ini salahku.. semua ini dosaku..

Aku inipun manusia bila terlanjur salah katakanlah padaku,,
Dan sekalipun aku bersalah tolong maafkanlah aku.. tolong maafkanlah aku..
Manangislah dinda pujaan hatiku,,
tuk satu pangeran didalam hidupmu 
sekalipun ku tak akan pernah bisa bahagiakanmu..

Dan kini kaukan pergi jauh,pergi jauh dariku  pergi tinggalkan aku
Dinda ku mohon kepadamu jangan tinggalkan aku..jangan tinggalkan aku

Manangislah dinda pujaan hatiku,,
tuk satu pangeran didalam hidupmu 
sekalipun ku tak akan pernah bisa bahagiakanmu..
Manangislah dinda pujaan hatiku,,
tuk satu pangeran didalam hidupmu 
sekalipun ku tak akan pernah bisa bahagiakanmu..

Denarkan laguku tercipata untukmu ada do’aku kan slalu bersamamu
sekalipun dunia kan berakhir nanti..
Kita tetap bersama… percayalah kasih….
Takkan pernah lagi..kumeninggalkanmu…

cipt: yhus honar

Senin, 28 Mei 2012

dijiwaku masih ada.

ingin ku kibarkan bendera kebanggaan ku disana,,,,sebagai pembuktian bahwa dijiwaku masij terdapat jiwa nasionalime.dengan selalu menjaga keindahan alamnya.v meski aku bukan pahlawan, atau pun politikus yang selalu merasa benar dengan membuat aturan2 untuk negeri ini,,,,dengan atas nama masyrakatnya dan katanya demi kepaentingan bersama, padahal apa g bener semuanya juga kan,,,,cukup...atas cintaku kepada tanah air dan alam raya yang rimba ku masih iginkan menaklukkan medan alam rimba...meski belum pasti kapan terwujud masih menunggu waktu yang tepat,,,target kaliini air terjun kilmter 14,

Minggu, 22 April 2012

BUMIKU SAYANG, BUMIKU MALANG


Bumiku sayang, bumiku malang
Berlahan, peradapan menghampirimu
Dengan senyum penuh keangkuhan
Membelai rambutmu dengan kukunya yg panjang
Dan menyentuh kulitmu dengan tangan-tangan besi yg tajam

Bumiku sayang, bumiku malang
Peradapan terus menerus menghantui keberadaanmu
Dan tiada henti mengikuti setiap jejak langkahmu
Bahkan kini, udara yang kau hirup
Telah tercemari nafas peradapan
Dan air yang kau minum,
Telah teracuni keringat peradapan.

Bumiku sayang, bumiku malang
Pedang peradapan tlah melukaimu
Hingga merah darah, menodai kain putih yang membalut tubuhmu
Dan tinta peradapan, mengotori wajahmu
Menghitamkan indah kecantikanmu

Bumiku sayang, bumiku malang
Genggamlah tanganku sebagai sahabatmu
Dan peluklah aku seperti kekasihmu
Bersama, kitakan dampingi langkah peradapan
Bersama, kitakan hadapi perubahan zaman.

Kamis, 22 Maret 2012

MENJAGA KELESTARIAN AIR APA ITU PENTING?

 

 

 

 

 

 



Air merupakan sumber kehidupan.
Sehingga, dengan hipotesis yang sederhana ini kita dapat menyimpulkan bahwa di mana ada air di situ pasti ada kehidupan.


Air itu penting.
Mengapa ?
Karena air memiliki peranan yang sangat besar dalam kelangsungan hidup kita. Air memberikan banyak manfaat bagi hidup kita. Dengan air kita dapat makan, minum, mencuci, mandi, membersihkan barang, bermain, dan sebagainya.


Lalu, pernahkah terlintas dipikiran kalian bagaimana jika kita hidup di dunia ini tanpa air ?
Meski terlihat sepele, tetapi sebenarnya air merupakan barang sangat penting sekali bagi kita.
Atau, pernahkah terlintas dipikiran kalian apakah air selalu membawa manfaat dalam hidup kita ?
Jawabannya tentu saja tidak.
Hal ini disebabkan karena kesalahan kita dalam memanfaatkan, memelihara, dan merawat ketersediaan air dalam kehidupan sehari-hari.
Banjir, tanah longsor, erosi, tanah tandus, daerah gersang, air yang tercemar limbah, merupakan sedikit contoh dari dampak bila kita salah dalam menyikapi ketersediaan air.
Apa yang menyebabkan semua ini dapat terjadi ?
Ada banyak faktor yang menyebabkannya, tapi yang pasti itu semua disebabkan oleh kelalaian kita sebagai umat manusia dalam merawat dan melestarikan apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan YME.
Lalu, setelah menyadari akan segala kebodohan ini, kita yang masih dianugerahi akan pikiran ini seharusnya dapat berubah. Kita harus berubah, mencoba berpikir dengan segala potensi akal sehat yang kita miliki untuk dapat berbuat demi menyelamatkan kelangsungan kelestarian air di muka bumi ini.
Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain :
1. Menghemat penggunaan air bersih.
2. Membuang sampah pada tempatnya.
3. Mengadakan pengolahan limbah secara benar.
4. Menjalankan reboisasi agar hutan tetap terjaga kelestariannya.
5. Mencegah penebangan pohon secara liar.
6. Mengadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya peranan air dalam kehidupan umat manusia.
7. Menghapus sistem penambangan secara liar tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.
8. Membersihkan daerah sumber-sumber air bersih dari segala sampah.
9. Menciptakan suatu lingkungan yang asri, dengan di mulai dari lingkungan rumah kita sendiri.
10. Menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di dalam tanah.
Untuk itu, lakukanlah perubahan sekecil apapun sejak dini demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.