Minggu, 22 April 2012

BUMIKU SAYANG, BUMIKU MALANG


Bumiku sayang, bumiku malang
Berlahan, peradapan menghampirimu
Dengan senyum penuh keangkuhan
Membelai rambutmu dengan kukunya yg panjang
Dan menyentuh kulitmu dengan tangan-tangan besi yg tajam

Bumiku sayang, bumiku malang
Peradapan terus menerus menghantui keberadaanmu
Dan tiada henti mengikuti setiap jejak langkahmu
Bahkan kini, udara yang kau hirup
Telah tercemari nafas peradapan
Dan air yang kau minum,
Telah teracuni keringat peradapan.

Bumiku sayang, bumiku malang
Pedang peradapan tlah melukaimu
Hingga merah darah, menodai kain putih yang membalut tubuhmu
Dan tinta peradapan, mengotori wajahmu
Menghitamkan indah kecantikanmu

Bumiku sayang, bumiku malang
Genggamlah tanganku sebagai sahabatmu
Dan peluklah aku seperti kekasihmu
Bersama, kitakan dampingi langkah peradapan
Bersama, kitakan hadapi perubahan zaman.